Luragung.Com

Catatan Anak Luragung

Menu

Pengenalan Basis Data

January 29, 2015 | Pemrograman

luragung.com – Pengenalan Basis Data Seperti yang kita tahu bahwa basis data adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana data itu dikelola dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi (biasanya disebut dengan ERD / Perelasian data). Pengertian dataa itu sendiri adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Sedangkan Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.

Sebelum orang-orang mengenal yang namanya basis data (sistem basis data) dulunya orang-orang mengenal yang namanya sistem pemrosesan file. untuk kajian kali ini, kita akan membahas perbedaan antara sistem pemrosesan file dengan sistem basis data.

1. Sistem Pemrosesan File

Perhatikan gambar sibawah ini:

pengenalan basis data

Pada gambar ini diatas, disebutkan bahwa pada sistem pemrosesan file ini dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah. setiap proses bisnis yang ada, itu tempat penyimpanannya dilakukan secara terpisah-pisah. sehingga, setiap aplikasi yang ada itu tidak dapat berkomunikasi / tidak dapat bertukar data dengan aplikasi yang lain, dampaknya adalah adanya sebuah kerangkapan data.

Kenapa bisa terjadi kerangkapan data? ya karena itu tadi. setiap data yang kita masukan, itu tempat penyimpanan filenya berbeda-beda. sehingga tidak saling singkron antara data ditempat satu dengan data di tempat lainnya.

Kelemahan dari sistem pemrosesan yaitu :

a. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data)

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa pada sistem pemrosesan file dilakuakan oleh berbagai macam bahasa pemrograman, dan tempat penyimpanan aplikasi berbeda, maka akan adanya data rangkap. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

b. Kesukaran dalam Mengakses Data

Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.

c. Data terisolir (Isolation Data)

Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format –format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.

2. Sistem Basis data

Pengertian basis data sudah saya uraikan diawal. Pada Sistem Basis data ini, setiap aplikasi menuju kepada satu tempat penyimpanan. sehingga, data yang didapatkan itu sama dan tidak terjadi lagi yang namanya kerangkapan data.

Perhatikan juga gambar dibawah ini :

sistem basis data

Setelah kita lihat dari gambar, tentu saja berbeda kan antara Sistem Pemrosesan File dengan Sistem basis data? ya, dari gambar terlihat bahwa data disimpan dalam satu tempat untuk sistem basis data. akibatnya adalah adanya sebuah sistem yang lebih besar, dalam gambar disebutkan adalah basis data universitas.

Contoh Penggunaan basis data dalam dunia bisnis yaitu :

  • Bank : Pengelolaan data nasabah, accounting, Dll
  • Universitas : Pengelolaan data Mahasiswa, alumni dan akademik
  • Dll

Kelebihan Menggunakan Sistem Basis data yaitu :

a. Terkontrolnya kerangkapan data

Pada Sistem Basis data, dalam setiap fiel itu bisa digunakan oleh berbagai macam aplikasi. Sehingga, dengan adanya peggunaan field ini secara bersama-sama, memungkinkan untuk tidak terjadinya kerangkapan data.

b. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data

Karena sistem basis data ini bisa dipakai field nya untuk seluruh aplikasi, maka ketika kita merubah data dalam field tersebut, maka seluruh aplikasi akan berubah.

c. Data dapat dipakai secara bersama (shared)

Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

d. Dapat diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

e. Terpeliharanya integritas data

Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat

f. Data independence (kemandirian data)

Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada

Kelemahan Sistem Basis Data

– Memerlukan tenaga spesialis

– Kompleks

– Memerlukan tempat yang besar

– Mahal

Mungkin hanya ini saja pengenalan basis data ini, insya Alloh tulisan artikel selanjutnya adalah tentang Istilah-istilah dalam Basis data.

 Pengenalan Basis Data

Pengenalan Basis Data ini sangatlah masih sederhana sekali, jika anda ingin lebih mengenal Pengenalan Basis Data, alangkah lebih baiknya anda terus ikuti artikel kami ini. Terimakasih.

Ref : Buku Modul Sistem Basis data (Gunadarma)

pengenalan basis data

Related For Pengenalan Basis Data